KUDUS, – Komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, asri, dan nyaman terus ditunjukkan oleh civitas akademika MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus. Sebagai bagian dari upaya penguatan program Madrasah Adiwiyata, seluruh warga madrasah, mulai dari pimpinan, dewan guru, staf, hingga peserta didik, bahu-membahu menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan di area madrasah.
Kegiatan yang dipelopori oleh Tim Pokja dan Kader Adiwiyata ini difokuskan pada pembenahan tata kelola sampah, peremajaan taman madrasah, serta pembersihan saluran drainase. Semangat gotong royong terlihat jelas saat para siswa dengan antusias memilah sampah organik dan anorganik, serta menanam kembali bibit tanaman produktif di lahan-lahan kosong sekitar kelas.

Kepala MA Nahdlatul Muslimin, Bapak Muhlisin, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar mengejar predikat Adiwiyata, melainkan ikhtiar menanamkan karakter cinta lingkungan kepada generasi muda.
“Kami ingin para siswa memahami bahwa menjaga lingkungan adalah manifestasi dari nilai keislaman, yakni minal iman (sebagian dari iman). Di MA Nahdlatul Muslimin, kami tidak hanya mencetak siswa yang pandai secara akademis dan agama, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam tempat mereka berpijak,” tegasnya.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah revitalisasi “Pojok Hijau” dan perawatan tanaman obat keluarga (TOGA). Para siswa diajak untuk mengenal berbagai jenis tanaman dan cara perawatannya, yang secara tidak langsung menjadi laboratorium alam bagi pembelajaran biologi dan prakarya.
Bapak Muhlisin juga mengapresiasi tingginya inisiatif yang ditunjukkan oleh para siswa.
“Energi positif dari anak-anak luar biasa. Mereka tidak ragu kotor-kotoran demi membersihkan lingkungan sekolah. Harapannya, kebiasaan baik ini—seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman—bisa terbawa hingga ke lingkungan rumah mereka masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan bagi MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus untuk terus berinovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dengan lingkungan yang bersih dan asri, suasana KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) diharapkan menjadi lebih kondusif, sehingga mampu melahirkan prestasi-prestasi baru yang membanggakan.


