Edit Template
Kesiswaan

Sulap Limbah Jadi Busana Mewah, Siswa MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus Kampanyekan Pesan Lingkungan Lewat Fashion Show Daur Ulang

Kudus, (22/10/25) – Halaman MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus tampak berbeda dari biasanya. Ratusan pasang mata terpukau menyaksikan peragaan busana yang tidak menampilkan kain sutra atau katun mahal, melainkan kreasi unik berbahan dasar limbah plastik.

Dalam upaya mempertegas identitas sebagai madrasah yang sadar lingkungan (Adiwiyata), MA Nahdlatul Muslimin menggelar “Fashion Show Busana Daur Ulang”. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa di tangan siswa-siswi yang kreatif, sampah anorganik dapat berubah menjadi karya seni bernilai estetika tinggi.

Para siswa memamerkan gaun, jas, hingga aksesori pelengkap yang dirancang dari bungkus kopi, kantong plastik bekas, koran, hingga tutup botol. Apa yang ditampilkan bukan sekadar tren mode, melainkan pesan kuat tentang tanggung jawab terhadap bumi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa plastik bekas tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir atau sungai. Dengan sedikit sentuhan seni dan inovasi, limbah ini bisa menjadi sesuatu yang anggun dan menarik,” ujar salah satu peserta yang mengenakan busana dari rangkaian

Proses pembuatan busana ini tidak instan. Para siswa menerapkan teknik inovatif, mulai dari penganyaman, pemanasan plastik, hingga penjahitan pola yang rumit. Hal ini sejalan dengan semangat madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga terampil dan inovatif dalam memecahkan masalah lingkungan.

Kepala MA Nahdlatul Muslimin, Bapak Muhlisin memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut beliau, kegiatan ini lebih dari sekadar hiburan atau class meeting biasa.

“Ini adalah metode pendidikan karakter yang menyenangkan. Melalui mode, kita menyuarakan isu serius tentang penumpukan sampah plastik. Kami berharap kesadaran ini tertanam di hati siswa, bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab sosial kita,” ungkapnya.

Acara ini juga menjadi ajang menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) bagi siswa. Keterampilan mengolah limbah menjadi barang bernilai ekonomi diharapkan dapat menjadi bekal mereka di masa depan.

Dengan suksesnya pagelaran ini, MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus semakin mantap melangkah sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan sains, tetapi juga menjadi pelopor dalam gerakan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Leave a Reply